Artikel

GEREJA, KELUARGA DAN MISI DUNIA

Sabtu, 22 Desember 2018

haryadi

Refleksi

Dibaca: 1108 kali

Gereja, Keluarga dan Misi dunia, apakah maksudnya? Sederhana saja, Gereja dan Keluarga sesungguhnya ada untuk sebuah misi dengan jangkauan seluruh dunia, seperti yang Kristus sendiri amanatkan.

Ini bukan sekedar perintah sembarangan tanpa dasar, tetapi amanat ini diberikan atas dasar Kristus yang telah tersalib, mati menanggung dosa manusia dan bangkit serta kepada-Nya diberikan segala kuasa baik yang di sorga maupun di bumi. Jadi Dia memberikan perintah berdasarkan kasih dan kuasa yang ada di tangan-Nya. Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku!
Matius 28:18-19a
Pergi, jadikan semua bangsa murid Kristus adalah misi utama Gereja. Gereja yang menjangkau seluruh dunia perlu dimulai oleh setiap individu orang percaya yang hidup bertumbuh sebagai murid Kristus. Setiap individu orang percaya yang sadar betul bahwa tanpa Kristus manusia akan hidup dalam kesia-siaan. Mengerti sungguh-sungguh bahwa tanpa Kristus hanya ada kehampaan dan akhirnya kebinasaan kekal sebagai ujung dari jalan manusia. Dan dengan kesadaran ini Gereja pergi menjangkau keluar dengan membawa belas kasihan Kristus yang tersalib kepada mereka yang terhilang.

Namun, ironinya masih harus kita hadapi sampai sekarang, gereja yang seharusnya bertindak sebagai kapal penyelamat bagi mereka yang akan binasa justru sedang ada dalam keadaan suam dan seolah tak berdaya. Gereja cenderung "melihat ke dalam", menjadi pasif dan justru berkompetisi bukan dengan Iblis untuk merebut jiwa-jiwa dari tangannya yang jahat, melainkan saling berkompetisi di antara mereka untuk menunjukkan siapa yang paling besar, paling hebat atau paling banyak asetnya.

Tentu ini menjadi keprihatinan kita bersama karena semua itu jelas "menyeleweng" dari tujuan dan maksud Allah gereja ada di dunia ini. Nilai-nilai kasih, pengorbanan, kesucian dari gereja pada hari-hari ini cenderung ikut tergerus oleh derasnya pengaruh dunia yang tidak peduli dengan agama dan orang-orang yang secara lahiriah beribadah tetapi dalam kenyataannya hidup mereka lebih menuruti hawa nafsu dari menuruti kehendak Allah. Ada beberapa sendi dalam kehidupan gereja yang sedang "tergerus" oleh arus zaman ini :

1. Kehidupan doa dan kerja kuasa Roh Kudus Entah godaan kenikmatan ragawi atau keinginan untuk hidup nyaman atau bisa juga karena tanpa berdoa pun kehidupan berlangsung "aman-aman saja maka gereja menjadi surut kehidupan doanya, saya tidak dapat memastikannya. Yang saya tahu pasti adalah, tanpa berdoa tidak ada kerja kuasa Roh Kudus yang dinyatakan di dalam gereja. Mungkinkah diperlukan "aniaya" untuk mengembalikan gereja kepada kehidupan doa yang penuh kesungguhan dan kerja kuasa Roh Kudus seperti pada zaman rasul-rasul dahulu?

2. Pengakuan terhadap ke-Tuhan-an Kristus serta otoritas firman-Nya dalam seluruh aspek kehidupan orang percaya. Komitmen seseorang terhadap ke-Tuhan-an Kristus berarti menyangkal diri sendiri dan memikul salib lalu mengikut Dia dalam sebuah pengabdian total, yang jika hal itu harus dibayar dengan nyawa (hak-haknya atau kematian), maka dengan rela dan senang hati dia akan melakukannya. Adakah orang percaya sekarang memikirkan hal ini dengan serius?

3. Roh pertobatan Rajin hadir dalam kebaktian serta terlibat dalam pelayanan bukanlah jaminan bahwa orang percaya akan terus hidup dalam roh pertobatan. Roh pertobatan yang sejati akan menghasilkan buah pertobatan yang makin lebat. Contoh buah pertobatan adalah orang yang dulunya mencuri bukan hanya berhenti mencuri tetapi bekerja keras dengan tangannya sendiri dan dengan penghasilannya belajar memberi kepada orang lain. Dari seorang pencuri menjadi seorang pemberi.

4. Belas kasihan kepada jiwa-jiwa yang terhilang Hidup yang berpusat pada diri sendiri, keinginan untuk menikmati semua yang "enak" bagi "daging" membuat perhatian dan belas kasihan kepada jiwa-jiwa yang terhilang sedikit demi sedikit makin memudar.

5. Gairah untuk mengasihi, berkorban dan praktik iman yang disertai perbuatan Selain kepada mereka yang masih terhilang, Tuhan kita sendiri telah menubuatkan bahwa kasih di antara sesama saudara orang percaya, bahkan di dalam keluarga, dengan makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih itu[un menjadi dingin.

6. Dan puncak dari semua itu adalah terabaikannya misi utama gereja yakni memuridkan.

Dietrich Boenhoffer, seorang teolog Jerman yang dihukum mati oleh Nazi Jerman, mengatakan suatu pernyataan yang tepat menyangkut pemuridan:"Christianity without discipleship is always Christianity without Christ", ("Kekristenan tanpa pemuridan adalah kekristenan tanpa Kristus").

Gereja-gereja sekarang tidak kekurangan pengkhotbah-pengkhotbah yang "hebat" tetapi sangat kurang dengan orang percaya yang berkomitmen untuk dimuridkan dan memuridkan. Banyak gereja jam ibadahnya dipenuhi dengan banyak orang tetapi seorang hamba Tuhan yang telah mengamati keadaan ini sekian lama berani mengatakan bahwa sekalipun gedung gereja penuh dengan pengunjung tetapi kebanyakan Pada bulan Desember yang identik dengan bulan Natal ini kita diingatkan bahwa Yesus dinyatakan kepada dunia ini bukan hanya melalui rahim Maria, yaitu ketika Ia dilahirkan melalui perawan yang suci itu, tetapi kehadiran-Nya dalam pelayanan hingga kematianNya di kayu salib dipersiapkan di dalam keluarga Yusuf dan Maria. Di sanalah Yesus tinggal untuk berada dalam asuhan mereka.

Lalu Ia pulang bersama-sama mereka ke Nazaret; dan Ia tetap hidup dalam asuhan mereka. Dan ibu-Nya menyimpan semua perkara itu di dalam hatinya. Lukas 2:51 Kata lain untuk "dalam asuhan mereka" adalah "diletakkan di bawah", "tunduk pada". Hal ini sungguh mengherankan bahwa Kristus Anak Allah itu "diletakkan di bawah" asuhan orang tua mereka yang notabene hanya manusia yang banyak kelemahan dan kekurangan. Inilah hikmat Allah yang tak terselami dan sebaliknya sebuah kehormatan bagi keluarga Yusuf untuk "mengasuh" Yesus, Anak Allah! Ini menunjukkan bahwa keluarga adalah bagian yang sangat penting dalam rencana Allah bagi keselamatan dunia ini.

Keluarga Yusuf dan Maria yang sangat tidak dikenal, juga bukan keluarga kaya, dipakai oleh Allah untuk menghadirkan dan mempersiapkan pelayanan Yesus hingga seluruh rencana Bapa di sorga tergenapi dalam diri "anak" mereka. Keluarga adalah sarana untuk menghadirkan Kristus ke dalam dunia ini! Begitulah juga keyakinan saya bahwa keluarga orang percaya adalah sarana di tangan Allah untuk menghadirkan Yesus di dalam dan melalui hidup mereka.

Menghadirkan Yesus DI DALAM KELUARGA mereka berarti :
1. Menjadikan Tuhan Yesus Kristus pusat dari hidup keluarga.
2. Menjadikan firman-Nya sebagai otoritas tertinggi dan landasan hidup yang tidak bisa digantikan oleh yang lain.
3. Menjadikan keluarga sebagai unit dasar pemuridan.
Sedangkan menghadirkan Yesus MELALUI KELUARGA berarti :

1. Menjadi keluarga yang melakukan pekerjaan misi melalui : - Menjangkau keluarga lain yang belum mengenal Tuhan - Adopsi kampung, kota, suku tertentu yang belum mengenal Tuhan - Berdoa untuk semua itu - Mengumpulkan dana - "Pergi" (beritakan Injil) dan jadi berkat

Akhirnya, dalam menyambut natal tahun ini saya mau menuliskan kembali pernyataan yang telah saya sampaikan pada kebaktian Natal beberapa tahun lalu : "Sesudah Kristus naik ke sorga dan Roh Kudus dicurahkan, maka sukacita natal seharusnya bukan lagi hanya berasal dari peristiwa kelahiran-Nya saja, tetapi terlebih lagi karena respon kita terhadap kasih-Nya dengan bersedia untuk "pergi jadikan semua bangsa murid Kristus".

Tanpa itu sukacita natal hanya akan berhenti sebatas perayaan saja. Saudaraku, natal tanpa tangisan terhadap jiwa-jiwa yang terhilang adalah natal yang hambar."

Kiranya pada bulan ini kita dapat memahami tentang GEREJA, KELUARGA dan MISI DUNIA. Itu doa saya untuk Saudara semua. (SiKY, Jkt. 29 Nov. '18)

Artikel Terkait



Kembali ke atas

0 Komentar :

Komentar Saudara...


Nama :
Email :
Website :
Komentar :
 
 (Masukkan 6 kode diatas)


 



Pokok Doa

- Terjadinya pertobatan dari bangsa kita dimulai dari Gereja-Nya.

- Agar Jemaat dikuatkan untuk mengambil kesempatan memberitakan nama Yesus dengan cara apapun yang Tuhan berikan di tengah keadaan yang sukar ini.

- Keselamatan dan perlindungan Tuhan atas orang-orang percaya

- Pemerintah Pusat dan Daerah, Dokter dan para medis yang sedang berjuang menangani pasien akibat Virus Corona

semua agenda

Agenda

Info

  • PERTEMUAN KOMSEL kembali aktif di minggu pertama Januari 2020 (tgl 5 - 11 Jan). Komsel-komsel bisa mengadakan kebersamaan dan evaluasi pribadi dalam pertemuan perdana ini

  • Telah lahir putri kedua dari keluarga Bp Johani dan Ibu Roma yang di beri nama Rhea Ivana pada hari Senin, 12 Maret 2018 di RS Resti Mulya.

  • Doa korporat 24 Jam jemaat diadakan dalam 1 bulan sekali di akhir bulan pada hari jumat. Diharapkan seluruh jemaat mengambil bagian waktu doa 1 jam dengan mengisi form jadwal doa yang diberikan.

  • Bagi Fastor Komsel,  form laporan pertemuan komsel dapat memintanya kepada Bpk. Jerimia Saputra dan setelah di isi mohon memberikan laporannya kembali.

  • Telah berpulang ke rumah Bapa di Surga Jemaat Tuhan Bpk M Rumapea dan Bpk MR Manik.

Polling

Apakah Saudara/i sudah belajar memulai membangun ibadah bersama di dalam keluarga?
Sudah
Belum

Lihat

Kontak Kami

GPdI Jemaat Ujung Menteng
Jalan Kelurahan Ujung Menteng no.18 RT015/RW001, Cakung,
Jakarta timur. Indonesia.

Telp/Fax : (021) 4611850

E-mail :
admin@gpdiujungmenteng.com

Statistik Pengunjung

000000


Pengunjung hari ini :
Total pengunjung : 613686
Hits hari ini :
Total Hits :
Pengunjung Online: