Artikel

KELUARGA MENGHADAPI HARI-HARI TERAKHIR

Sabtu, 24 November 2018

haryadi

Refleksi

Dibaca: 1213 kali

Kita sedang ada di hari-hari terakhir, hari-hari menjelang kedatangan Tuhan kali yang kedua. Apakah buktinya kita sedang berada di hari-hari yang terakhir? Alkitab, melalui rasul Yohanes menuliskan dalam suratnya kepada kita semua :

Anak-anakku, waktu ini adalah waktu yang terakhir, dan seperti yang telah kamu dengar, seorang antikristus akan datang, sekarang telah bangkit banyak antikristus. Itulah tandanya, bahwa waktu ini benar-benar adalah waktu yang terakhir.  ~ 1 Yoh.2:18 ~

Salah satu tandanya bahwa hari-hari ini adalah hari-hari yang terakhir adalah seorang antikristus akan datang, bahkan sekarang ini sesungguhnya telah bangkit banyak antikristus. Sesuai dengan sebutannya antikristus, mereka adalah orang-orang yang menyangkal bahwa Yesus adalah Kristus (yang diurapi). Bahkan mereka menyangkal baik Bapa maupun Anak! 

Kata “terakhir” dalam bahasa Yunaninya adalah “eschatos” yang bisa digambarkan sebagai detik yang terakhir dari waktu yang harus digenapi atau dipenuhi. Misalnya jam 12 malam kurang satu menit, maka kita ada di dalam menit yang terakhir. Ya, sungguh kita ada di menit bahkan mungkin didetik yang terakhir sebelum kedatangan Tuhan yang kedua kali. Ini berarti kedatanganNya sudah amat dekat! Apakah Saudara sering memikirkan tentang kedatanganNya yang sudah tidak lama lagi? Apakah kita semua merindukan kedatangan-Nya?  

Kata “terakhir” atau “eschatos” dipakai juga oleh Paulus dalam 2 Timotius 3:1-5, yang jika dilihat dari tanda-tandanya, cukup bagi kita untuk mengetahui dan mempercayai bahwa kita sungguh-sungguh sedang berada di hari-hari yang terakhir :

Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir (Yun. eschatos) akan datang masa yang sukar.  Jelas sekali bahwa hari-hari yang terakhir itu akan disertai dengan datangnya masa yang sukar. 2 Tim.3:1

Kata “sukar” (Yun. chalepos), yang memiliki arti : sulit ditanggung, merepotkan, berbahaya. Kata ini dipakai juga untuk menggambarkan keadaan dari seorang yang dirasuk setan sehingga menjadi sangat berbahaya.

Setibanya di seberang, yaitu di daerah orang Gadara, datanglah dari pekuburan dua orang yang kerasukan setan menemui Yesus. Mereka sangat berbahaya (Yun. chalepos), sehingga tidak seorang pun yang berani melalui jalan itu. Matius 8:28

Situasi yang sukar di hari-hari terakhir ini bisa tergambar melalui orang yang dirasuk setan. Orang itu menjadi orang yang tidak bisa dikendalikan, merepotkan dan menjadi sangat berbahaya. Berbahaya bukan karena situasi yang terjadi di dalam hidup manusia tetapi berbahaya karena faktor manusianya. Manusia itu sendiri yang menjadi sangat berbahaya, ibarat orang yang “dirasuk setan”.

Kita lihat kebahayaan yang muncul dari manusia.

1.  Manusia akan mencintai dirinya sendiri.

Mencintai diri sendiri (Yun. philautos) yang berarti selfish, egois. Keadaan manusia yang seperti ini bukan hanya “akan” tetapi “sudah” dan akan bertambah-tambah hebat egoisnya lebih dari masa yang sudah-sudah.

Manusia seperti ini hanya berpikir tentang kepentingannya, keuntungannya atau kebahagiaannya sendiri. Bahkan tak peduli dirinya untung di atas kerugian orang lain atau berbahagia di atas penderitaan dan kesusahan orang lain. Seperti orang yang dirasuk setan, yang tidak ada orang lain bisa mencegah segala tindakannya, begitulah berbahayanya orang yang hanya mementingkan dirinya sendiri. Inilah jenis manusia yang hanya menimbulkan kekacauan dan keonaran serta perselisihan di manapun dia berada.

2. Manusia akan menjadi hamba uang.

Kita masuk dalam suatu zaman di mana orang sangat mengagung-agungkan uang dan menjadikan uang segala-galanya. Mereka berpikir bahwa tanpa uang sama saja dengan hidup tanpa masa depan. Bagi mereka uang adalah hidup itu sendiri. Orang-orang ini begitu tergila-gilanya akan uang sehingga tanpa sadar telah diperbudak oleh uang. Hal ini makin menjadi-jadi karena mulai dari sejak kecil kebanyakan orang dibesarkan dalam suatu budaya masyarakat yang mengukur nilai seseorang atas dasar kekayaan dan kedudukannya.

Bahkan orang percayapun bisa terbabit dengan situasi ini sehingga mulai terpengaruh dan masuk dalam jebakan untuk mencintai uang. Mereka menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagi duka karena memburu uang!

3. Manusia lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah.

Sebelum frasa kalimat tersebut di atas yang merupakan garis bawah untuk menekankan kerusakan moral manusia yang parah, Alkitab mencatat :

Mereka akan membual dan menyombongkan diri,

mereka akan menjadi pemfitnah,

mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih,

tidak mempedulikan agama,

tidak tahu mengasihi,

tidak mau berdamai,

suka menjelekkan orang,

tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik,

suka mengkhianat,

tidak berpikir panjang, berlagak tahu,

lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah.

Yang lebih mengerikan lagi adalah semua itu dilakukan oleh orang-orang yang secara lahirian menjalankan ibadah. 

“Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya.”

Ibadah hanya sebatas penampilan lahiriah, ibadah hanya sebagai proforma atau formalitas atau sebuah pertunjukan atau sebuah pencitraan. Ibadah yang kosong karena memungkiri kekuatannya. Ibadah yang tidak bersumber dari hati yang mengasihi Tuhan. Ibadah yang akhirnya hanya memungkiri kekuatan ibadah!

Saya percaya bahwa kekuatan ibadah terletak pada pembaharuan budi, pembaharuan pikiran, sehingga orang dapat membedakan manakah kehendak Allah, mana yang baik, yang berkenan dan yang sempurna di hadapan Allah.

Ibadah seperti ini diawali dengan menyerahkan tubuh atau menyerahkan hidup ini sebagai persembahan yang hidup dan yang berkenan di hadapan Allah. Itu adalah ibadah yang sejati. Tanpa menyerahkan hidup ini kepada Allah ibadah kita hanya pencitraan yang bukan hanya tidak akan mengubah hidup manusia tetapi semakin membuat hati manusia rusak.

Ibadah yang hanya pencitraan tidak menghasilkan perubahan hidup ke arah yang berkenan di hadapan Allah, malah sebaliknya membuat manusia makin tidak takut berbuat dosa. Perhatikan hasil dari ibadah yang hanya sebagai pencitraan saja :

3:6 Sebab di antara mereka terdapat orang-orang yang menyelundup ke rumah orang lain dan menjerat perempuan-perempuan lemah yang sarat dengan dosa dan dikuasai oleh berbagai-bagai nafsu, 3:7 yang walaupun selalu ingin diajar, namun tidak pernah dapat mengenal kebenaran. 2 Tim. 3:6-7

Apakah nasihat Paulus terhadap orang-orang seperti mereka ini? Tegas sekali : JAUHILAH MEREKA ITU! Bukan hanya menjauhi orangnya tetapi yang terpenting juga :

Jauhilah sikap dan pandangan-pandangan mereka. Jauhilah nilai-nilai mereka, ajaran-ajaran mereka, pendirian-pendirian mereka,  jauhilah sikap dan perilaku mereka, dst.

Inilah hal yang sangat penting untuk kita ketahui dan antisipasi sebagai orang percaya. Mari setiap keluarga kita mengantisipasinya dengan tetap teguh berpegang kepada kebenaran dan setia melakukan ibadah keluarga. (SiKY, 24 Oktober 2018)  

Artikel Terkait



Kembali ke atas

0 Komentar :

Komentar Saudara...


Nama :
Email :
Website :
Komentar :
 
 (Masukkan 6 kode diatas)


 



Pokok Doa

- Terjadinya pertobatan dari bangsa kita dimulai dari Gereja-Nya.

- Agar Jemaat dikuatkan untuk mengambil kesempatan memberitakan nama Yesus dengan cara apapun yang Tuhan berikan di tengah keadaan yang sukar ini.

- Keselamatan dan perlindungan Tuhan atas orang-orang percaya

- Pemerintah Pusat dan Daerah, Dokter dan para medis yang sedang berjuang menangani pasien akibat Virus Corona

semua agenda

Agenda

Info

  • PERTEMUAN KOMSEL kembali aktif di minggu pertama Januari 2020 (tgl 5 - 11 Jan). Komsel-komsel bisa mengadakan kebersamaan dan evaluasi pribadi dalam pertemuan perdana ini

  • Telah lahir putri kedua dari keluarga Bp Johani dan Ibu Roma yang di beri nama Rhea Ivana pada hari Senin, 12 Maret 2018 di RS Resti Mulya.

  • Doa korporat 24 Jam jemaat diadakan dalam 1 bulan sekali di akhir bulan pada hari jumat. Diharapkan seluruh jemaat mengambil bagian waktu doa 1 jam dengan mengisi form jadwal doa yang diberikan.

  • Bagi Fastor Komsel,  form laporan pertemuan komsel dapat memintanya kepada Bpk. Jerimia Saputra dan setelah di isi mohon memberikan laporannya kembali.

  • Telah berpulang ke rumah Bapa di Surga Jemaat Tuhan Bpk M Rumapea dan Bpk MR Manik.

Polling

Apakah Saudara/i sudah belajar memulai membangun ibadah bersama di dalam keluarga?
Sudah
Belum

Lihat

Kontak Kami

GPdI Jemaat Ujung Menteng
Jalan Kelurahan Ujung Menteng no.18 RT015/RW001, Cakung,
Jakarta timur. Indonesia.

Telp/Fax : (021) 4611850

E-mail :
admin@gpdiujungmenteng.com

Statistik Pengunjung

000000


Pengunjung hari ini :
Total pengunjung : 613734
Hits hari ini :
Total Hits :
Pengunjung Online: