Perjuangkanlah Kehidupan Itu

Sabtu, 22 Desember 2018

Administrator

Dibaca: 74 kali

Judul di atas adalah salah satu sesi dalam BREAK THROUGH CAMP yang diadakan pada tanggal 19-20 November yang lalu di Taman Doa Rumah Pengorbanan - Depok, diikuti oleh 82 orang yang sangat memberkati. Di sesi 1, para peserta cerahkan kesadaran bahwa sebagai orang percaya, kita sangat perlu memperjuangkan waktu untuk menyingkir seorang diri untuk berdoa, karena Tuhan Yesus sendiri melakukan disiplin ini, di tengah-tengah aktivitas pelayanan yang padat, Tuhan Yesus selalu memberikan prioritas waktu untuk menyingkir ke tempat yang sunyi untuk berdoa. Sebab memperjuangkan kehidupan doa sama dengan memperjuangkan kehidupan rohani kita.

                Di sesi 2 dan 3, kita di bawa untuk melihat bagaimana tangan Tuhan bekerja membentuk kita melalui peristiwa-peristiwa yang kita alami yang Tuhan rancang untuk membawa kita pada hati yang remuk. Karena hanya hati yang remuk yang dapat memberikan kesempatan Roh Allah bekerja lebih leluasa melalui kita. Untuk memiliki kesadaran bahwa tangan Tuhanlah yang bekerja meremukkan kita, kita perlu untuk memberikan waktu bagi diri kita sendiri untuk berkomunikasi lebih banyak dengan Tuhan serta dengan jiwa kita sendiri. Hal itu akan menolong kita untuk peka terhadap maksud Tuhan melalui peristiwa-peristiwa yang kita alami yang tidak pernah kebetulan.

                Setelah diperlengkapi dengan pengajaran Firman, masing-masing peserta diberi waktu untuk “sendiri” selama 4 jam dalam sesi Day With Jesus, masing-masing merenung sambil menulis pertanyaan-pertanyaan refleksi. Melalui sesi ini ada banyak hal yang di dapat oleh peserta bagaimana Tuhan berbicara kepada masing-masing kita pribadi melalui berbagai macam hal, dari firman Tuhan yang kita baca, dari alam dan lainnya. Berikut ini adalah kesaksian dari beberapa orang yang mengikuti BREAK THROUGH CAMP.

 

TAAT MEMBUAT HIDUP INDAH

Dalam Camp Terobosan beberapa waktu yang lalu, saya disadarkan, ternyata saya adalah orang yang sombong, seringkali saya mementingkan diri dan mengandalkan kekuatan sendiri. Saya diingatkan oleh perkataan Rasul Paulus, sekalipun masih hidup di dunia, tetapi dia tidak berjuang secara duniawi, justru mempergunakan senjata yang di perlengkapi dengan kuasa Allah. Ketika Day With Jesus, Tuhan berbicara kepada saya lewat FirmanNya Matius 5:20, Tuhan mengingatkan kehidupan keimanan saya jangan seperti orang Farisi yang kelihatannya rajin beribadah, baca Taurat tapi tidak hidup di dalamnya. Ketika belajar dari alam, Tuhan mengingatkan saya seperti daun pisang yang ketika di tiup angin dia mengikuti irama angin dan justru dengan mengikuti angin tersebut justru indah kelihatannya, begitu juga dengan kehidupan saya, jika saya mengikuti Tuhan, itu justru untuk keuntungan dan kebaikan saya dan orang lain akan melihat keindahan hidup saya di dalam Tuhan. (H. T).

PERUBAHAN SEJATI TERJADI KETIKA NILAI BERUBAH

                Saya disadarkan lagi betapa masih sombongnya saya. Saya berubah dalam sikap dan perilaku saja tapi nilai-nilai dan cara berpikir saya belum sepenuhnya berubah. Merenungkan Matius 5 : 3 - 12, membuat saya semakin sadar betapa saya masih jauh dari yang Yesus inginkan dari murid-muridNya. Saya masih ingin membuktikan diri, masih belum murni melakukan untuk menyenangkan hati Tuhan. Bahkan dalam hal ketaatan dan mementingkan orang lain itu hanya bagian dari membuktikan diri. Juga belum sepenuhnya transparan karena masih belum konsisten melaksanakan disiplin rohani. Masih belum sepenuhnya rela menyerahkan hak. Saya minta ampun pada Tuhan dan memohon pertolonganNya karena saya tidak sanggup melakukan kehendakNya dengan kemampuan saya sendiri.

                Setelah merenungkan Mat.5:3-12 saya menyalakan lampu dalam goa doa karena baru merasa perlu penerangan tambahan. Saat tangan saya menyalakan lampu, saya memikirkan kalau lampu itu menyala berkedip-kedip maka lampu itu tidak bisa bermanfaat buat saya. Pikiran itu hanya terlintas dan tidak saya lanjutkan.

                Saya mulai membaca Mat.5:13-16, setelah membaca saya kembali memikirkan lampu tadi, kalau lampu itu ternyata berkedip maka lampu itu tidak berfungsi sebagaimana lampu itu dibuat, jadi harus diperbaiki Tetapi jika tidak bisa diperbaiki maka lampu itu pasti tidak akan terpakai lagi karena sudah tidak ada gunanya lagi. Demikian juga saya, jika saya tidak mau memperbaiki diri maka saya tidak dapat memenuhi maksud saya diciptakan oleh Tuhan. Dari bacaan Matius 5:13 maka akan dibuang. Saya bersyukur bahwa Tuhan sangat mengasihi saya sehingga ingin saya berubah dan Tuhan bisa saja memakai orang lain, barang dan situasi untuk mengarahkan, membentuk dan mengubah saya. Tetapi hal ini membutuhkan cara berpikir yang sesuai dengan Firman Tuhan, saya sangat butuh pertolongan Tuhan sendiri supaya saya bisa sesuai dengan kehendakNya. (NN).

DIREMUKKAN MELALUI SAKIT

Melalui Camp Terobosan Tuhan berbicara banyak kepada saya, khususnya soal “Peremukan hati”. Selama ini saya merasa Tuhan menghukum saya lewat sakit yang pernah saya alami. Di saat itu, saya merasa hidup saya sudah berakhir dan saya sudah memikirkan kematian. Tapi puji Tuhan, semua yang Tuhan perbuat dalam hidup saya adalah baik. Mengapa? Karena dibalik semua itu ada maksud Tuhan agar saya benar-benar datang berbalik kepada Tuhan, mencari wajahNya dan tidak mengandalkan kekuatan sendiri, saya merasakan proses yang sangat berat sekali tetapi disitulah saya diremukkan dan memiliki pengalaman bagaimana Allah sedang berurusan dengan diri saya.

Dalam moment ini, saya dicerahkan dan saya hanya dapat berkata “Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu dan Engkau tahu bahwa aku mengasihi Engkau”. Proses peremukan hati masih terus berlangsung sampai hari ini tapi saya percaya Tuhan sedang memurnikan hati saya agar menjadi bejana yang indah di tanganNya. Seperti Pemazmur katakan dalam Mazmur 34:19 “TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya”.  ( S.S)

BUNGLON DI ATAS POHON

Melalui Camp Terobosan, Tuhan mengingatkan saya, bahwa saya ini orangnya mudah sekali berkecil hati dan minder, akibatnya saya mudah tersinggung dan berpikiran negatif terhadap orang lain, saya jadi mudah terluka kalau orang merendahkan saya padahal itu cuma pikiran saya saja. Dalam sesi Day With Yesus saya belajar mendengar suara Tuhan dari alam, saya melihat seekor bunglon. Binatang itu asik jalan di rumput, lalu ketika angin mulai bertiup kencang dan hujan turun, binatang itu cepat lari naik ke atas pohon dan binatang itu seperti aman berada di pohon itu sebagai tempat perlindungan dia dari angin dan hujan yang deras. Lewat kejadian itu, saya merenung, coba kalau binatang itu tetap di rumput dan tidak mencari perlindungan dia pasti hanyut kebawa air, tapi ketika dia naik ke atas pohon maka dia aman. Di saat itu Tuhan seperti berkata kepada saya, “buang segala pikiran yang salah tentang dirimu dan orang lain maka engkau akan aman dan tenang”. Saya merenungkan perkataan itu, saya di teguhkan, mungkin kalau saya bisa melakukan semua hal sendiri, saya akan menjadi orang yang sombong dan merasa tidak butuh orang lain, justru melalui kekurangan dan kelemahan saya, saya jadi bergantung kepada Tuhan dan dengan rendah hati meminta pertolongan orang lain . (SK)

Berita Terkait


Kembali ke atas

0 Komentar :

Komentar Saudara

Nama :
Email :
Website :
Komentar :
 
 (Masukkan 6 kode diatas)


 

Pokok Doa

DOAKAN RAKER (Rapat Kerja)

Staf sekretariat, PPA & Kepala Sekolah Cahaya Bangsa

Kamis & Jumat 20-21 Desember 2018

Agar Tuhan memberi pimpinan untuk pelayanan di tahun 2019

semua agenda

Agenda

24 Februari 2019
Pertemuan Fastor Komsel
20 Februari 2019
Pemuridan Wanita
17 Februari 2019
Pemuridan Pasutri
17 Februari 2019
YES GENERATION
14 Februari 2019
Sepakat! Bersama Pekerja

Info

  • PERTEMUAN KOMSEL kembali aktif di minggu pertama Januari 2019 (6 - 12 Jan). Komsel-komsel bisa mengadakan kebersamaan dan evaluasi pribadi dalam pertemuan perdana ini

  • Telah lahir putri kedua dari keluarga Bp Johani dan Ibu Roma yang di beri nama Rhea Ivana pada hari Senin, 12 Maret 2018 di RS Resti Mulya.

  • Doa korporat 24 Jam jemaat diadakan dalam 1 bulan sekali di akhir bulan pada hari jumat. Diharapkan seluruh jemaat mengambil bagian waktu doa 1 jam dengan mengisi form jadwal doa yang diberikan.

  • Bagi Fastor Komsel,  form laporan pertemuan komsel dapat memintanya kepada Bpk. Jerimia Saputra dan setelah di isi mohon memberikan laporannya kembali.

  • Telah berpulang ke rumah Bapa di Surga Jemaat Tuhan Bpk M Rumapea dan Bpk MR Manik.

Polling

Apakah Saudara/i sudah belajar memulai membangun ibadah bersama di dalam keluarga?
Sudah
Belum

Lihat

Kontak Kami

GPdI Jemaat Ujung Menteng
Jalan Kelurahan Ujung Menteng no.18 RT015/RW001, Cakung,
Jakarta timur. Indonesia.

Telp/Fax : (021) 4611850

E-mail :
admin@gpdiujungmenteng.com

Statistik Pengunjung

132757


Pengunjung hari ini : 7
Total pengunjung : 50978
Hits hari ini : 17
Total Hits : 132757
Pengunjung Online: 2