Artikel

MASIH MAU TERLAMBAT

Jumat, 07 Februari 2020

Administrator

Renungan

Dibaca: 281 kali

Kalian tahu bahwa kemudian Esau ingin mendapat berkat itu dari bapaknya, tetapi ia ditolak. Sebab sekalipun dengan tangis ia mencari jalan untuk memperbaiki kesalahannya, ia mencari jalan untuk memperbaiki kesalahannya: atau ia berusaha untuk mendapat berkat itu. kesempatan untuk itu tidak ada lagi. Ibr. 12:17 (versi BIS)

Terlambat berarti bertindak melewati batas waktu yang seharusnya atau waktu yang sudah ditetapkan. Terlambat bukan perkara sepele, sebab itu bisa berarti kehilangan kesempatan untuk menerima sesuatu yang baik karena kesempatan itu sudah terlewati atau tidak mungkin terulang lagi. Terlambat selalu mengesankan sesuatu yang buruk. Sayangnya banyak orang tidak sering merenungkan akibat dari sebuah keterlambatan. Terlambat dianggap sesuatu yang biasa saja.

Perang Dunia II ternyata bukan berakhir di Jepang dengan jatuhya bom atom di Hiroshima dan Nagasaki, tetapi justru berakhir di Manchuria. Lho, mengapa begitu? Tatkala Tokyo mengumumkan takluknya tanpa syarat kepada Sekutu pada 15 Agustus, timbul kebingungan di kalangan pasukan Jepang yang masih bertempur hebat melawan Soviet di Manchuria. Mereka memutuskan untuk berperang terus. Pasalnya Yamada, panglima perang Jepang di Manchuria meskipun mendengar pidato Kaisar mengenai kalahnya Jepang, menghendaki adanya konfirmasi tertulis. 

Pada 17 Agustus, datang perintah langsung dari Kaisar kepada Panglima Tentara Kwangtung untuk mengakhiri perang, yang isinya meminta jenderal Yamada merundingkan penyerahan dengan pihak Soviet. Namun tanggal 19 Agustus, empat hari sesudah Jepang resmi menyerah, barulah dokumen penyerahan Jepang di Manchuria ditandatangani. Keterlambatan ini ternyata harus dibayar mahal, karena dari kedua belah pihak telah kehilangan puluhan ribu nyawa pasukan. Sebanyak 21.000 tentara Jepang tewas, yang lainnya tertawan termasuk 148 Jenderal. Ini gara-gara terlambat berespon terhadap pidato kaisar!

             Mengapa orang terlambat? Ada berbagai sebab sesuai dengan konteks dari keterlambatan dan akibatnya. Tuhan Yesus menubuatkan bahwa pada akhir zaman orang akan hidup seperti zaman di mana Nuh hidup sebelum air bah datang menenggelamkan seluruh bumi. Orang akan sibuk makan minum serta kawin mengawinkan sehingga mereka tidak tahu segala sesuatu sampai hari Tuhan datang seperti suatu jerat bagi mereka. Allah menanti dengan sabar pertobatan mereka sementara Nuh mempersiapkan bahteranya, tetapi mereka tetap keras hati dan tidak mau bertobat. Akibatnya, mereka terlambat menyadari, ketika hujan 40 hari 40 malam melanda seluruh bumi dan air makin meninggi. Saat mereka mulai tenggelam, kesadaran mungkin datang bahwa mereka telah mengabaikan firman Tuhan, namun semua sudah terlambat. Saudaraku, waspadalah, bukankah kita sering berperilaku seperti mereka yang mengabaikan firman-Nya?

Lebih dari sepuluh tahun lalu saya pernah mendoakan seseorang yang sedang sakit cukup parah. Dalam pembicaraan dengan dia saya menyampaikan bahwa terkadang Tuhan tidak memberikan kesembuhan karena ada maksud lain yang jauh lebih baik. Saya memberitahu dia untuk memikirkan nasibnya dalam kekekalan yang jauh lebih penting dari pada kesembuhan sesaat yang seringkali tidak mengubah hidup seseorang atau posisinya dalam kekekalan. Saya menantang dia untuk menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat karena sebelumnya ia mengakui bahwa belum pernah membuka hati buat Kristus. Sayangnya, ia tidak bersedia. Beberapa hari kemudian saya mendengar Tuhan berkehendak memanggil dia. Saudaraku, terlambat percaya dan binasa adalah sesuatu yang akan sangat disesali oleh mereka yang terbuang ke dalam neraka. Terlambat di sini kekekalan taruhannya!

             Saudaraku, dalam teks ayat firman Tuhan di atas kita diberitahu bahwa Esau terlambat menyadari kesalahannya. Ia sadar dan berusaha untuk memperbaikinya dengan menangis dan mencucurkan air mata.

Namun kesempatan sudah tertutup bagi dia. Berkat kesulungan yang seharusnya dia terima telah diberikan kepada Yakub. Ia sudah sangat terlambat menyadari betapa pentingnya berkat kesulungan itu. Nasi telah menjadi bubur.  

Saudaraku, jangan terlambat! Jangan terlambat! Anak muda, orang tua mari biasakan jangan terlambat. Untuk urusan apa saja, mulai dari hadir di ibadah raya, masuk kantor hingga bayar listrik. Tetapi, yang terutama, jangan terlambat bertobat. Jangan seperti Esau yang menyesal tetapi tak bisa mengubah apa-apa lagi. Pengkhotbah mengingatkan : 

Ingatlah akan Penciptamu pada masa mudamu, sebelum tiba hari-hari yang malang dan mendekat tahun-tahun yang kaukatakan: "Tak ada kesenangan bagiku di dalamnya!"

Jangan abaikan kebenaran ini jika tak mau menyesal dikemudian hari. Ini bukan kata-kata nenek yang mencereweti  anak atau cucunya, tetapi kata-kata firman Tuhan. Selanjutnya dikatakan :

“Pada waktu itu akan terlambat sudah untuk berusaha mengingat Dia karena matahari dan terang bulan dan bintang-bintang telah menjadi redup pada penglihatanmu, dan tidak ada lagi berkas cahaya di antara awan-awanmu.

Akan datang waktunya tubuhmu akan menjadi tua, kakimu yang kuat menjadi lemah, gigimu terlalu sedikit untuk dapat bekerja dengan semestinya, dan matamu menjadi rabun. Pengkhotbah 12:1-3 (FAYH)

Mari saling mengingatkan untuk sadar diri! Saling menasihati supaya bertobat sebelum terlambat. Sedia berubah sebelum waktu berlari merenggut hidup kita dengan cepat. Terlambat menyesali dosa hari ini terkadang tak ada kesempatan lagi untuk memperbaiki esok hari. Masih mau terlambat?

(SiKY, Jkt.28/01/20) 

Artikel Terkait



Kembali ke atas

0 Komentar :

Komentar Saudara...


Nama :
Email :
Website :
Komentar :
 
 (Masukkan 6 kode diatas)


 



Pokok Doa

- Terjadinya pertobatan dari bangsa kita dimulai dari Gereja-Nya.

- Agar Jemaat dikuatkan untuk mengambil kesempatan memberitakan nama Yesus dengan cara apapun yang Tuhan berikan di tengah keadaan yang sukar ini.

- Keselamatan dan perlindungan Tuhan atas orang-orang percaya

- Pemerintah Pusat dan Daerah, Dokter dan para medis yang sedang berjuang menangani pasien akibat Virus Corona

semua agenda

Agenda

Info

  • PERTEMUAN KOMSEL kembali aktif di minggu pertama Januari 2020 (tgl 5 - 11 Jan). Komsel-komsel bisa mengadakan kebersamaan dan evaluasi pribadi dalam pertemuan perdana ini

  • Telah lahir putri kedua dari keluarga Bp Johani dan Ibu Roma yang di beri nama Rhea Ivana pada hari Senin, 12 Maret 2018 di RS Resti Mulya.

  • Doa korporat 24 Jam jemaat diadakan dalam 1 bulan sekali di akhir bulan pada hari jumat. Diharapkan seluruh jemaat mengambil bagian waktu doa 1 jam dengan mengisi form jadwal doa yang diberikan.

  • Bagi Fastor Komsel,  form laporan pertemuan komsel dapat memintanya kepada Bpk. Jerimia Saputra dan setelah di isi mohon memberikan laporannya kembali.

  • Telah berpulang ke rumah Bapa di Surga Jemaat Tuhan Bpk M Rumapea dan Bpk MR Manik.

Polling

Apakah Saudara/i sudah belajar memulai membangun ibadah bersama di dalam keluarga?
Sudah
Belum

Lihat

Kontak Kami

GPdI Jemaat Ujung Menteng
Jalan Kelurahan Ujung Menteng no.18 RT015/RW001, Cakung,
Jakarta timur. Indonesia.

Telp/Fax : (021) 4611850

E-mail :
admin@gpdiujungmenteng.com

Statistik Pengunjung

000000


Pengunjung hari ini :
Total pengunjung : 357741
Hits hari ini :
Total Hits :
Pengunjung Online: