Artikel

MANFAAT & METODE MENGHAFAL FIRMAN TUHAN

Rabu, 16 Oktober 2019

Administrator

Refleksi

Dibaca: 552 kali

Bagi sebagian orang, menghafalkan firman Tuhan nampaknya begitu tidak menarik. Cobalah minta mereka menghafalkan ayat-ayat Alkitab; mereka akan terlihat segan melakukannya. Mengapa begitu? Barangkali mereka berfikir, pekerjaan menghafal itu seperti kegiatan menghafal sewaktu mereka masih duduk di bangku sekolah. Itu kegiatan yang menuntut kerja keras, tidak menarik, membosankan, dan manfaatnya terbatas.

Sering juga ada yang melontarkan alasan bahwa daya ingatnya sudah tidak tajam lagi. Bagaimana kalau saya menawarkan sejuta rupiah kepada Anda bagi setiap ayat yang anda hafalkan dalam jangka waktu satu minggu? Tidakkah sikap Anda terhadap kegiatan menghafalkan firman Tuhan akan berubah?

Sesungguhnya, imbalan dalam bentuk uang akan kecil sekali bila dibandingkan dengan manfaat dari harta firman Allah yang tertanam di dalam benak Anda.

1. Menghafalkan Firman Tuhan memberikan Kekuatan Rohani

Bila firman Tuhan tertanam dalam benak kita, Roh Kudus dapat mengingatkan kita akan ayat-ayat tertentu ketika kita membutuhkannya. Maka dari itulah pemazmur berkata, "Dalam hatiku aku menyimpan janjiMu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau" (Maz. 119:11). Firman Tuhan berfungsi sebagai pedang Roh (Efe.6:17). Dengan memakai pedang Roh itulah kita dapat memenangkan peperangan rohani. Contoh terbaik tentang hal itu dapat kita lihat dari peristiwa Yesus digodai iblis di padang gurun (Mat. 4: 1-11). Setiap kali iblis menggoda Yesus, maka Yesus menangkisnya dengan pedang Roh, dan Ia menang.

Bila kita mau mengalami lebih banyak lagi kemenangan dalam kehidupan Kristen kita, haruslah kita bertindak seperti Yesus. Kita harus menghafalkan ayat-ayat Alkitab sehingga Roh Kudus dapat membantu kita mengingat ayat-ayat itu pada saat kita membutuhkannya.

2. Menghafalkan Firman Tuhan akan Menguatkan Iman

Tidakkah Anda ingin iman Anda diperkuat? Orang Kristen mana yang tidak ingin imannya diperkuat? Satu hal yang dapat Anda lakukan untuk menguatkan iman Anda ialah mendisiplinkan diri dalam hal menghafalkan ayat-ayat Alkitab. Menghafalkan ayat-ayat Alkitab menguatkan iman Anda karena dengan menghafalkan ayat-ayat  itu, kebenaran Firman Tuhan diucapkan berulang kali, sesering Anda perlu mendengarkannya kembali. Menghafalkan Firman Tuhan ibarat menyekrup paku pada iman yang sedang merosot.

3. Menghafalkan Firman Tuhan Membantu Kita Bersaksi dan Membimbing Orang Lain

Dengan menghafalkan ayat-ayat Alkitab kita dibekali untuk menghadapi kesempatan bersaksi yang muncul tiba-tiba (juga kesempatan untuk memberi bimbingan rohani). Baru baru ini ketika saya memberitakan Yesus Kristus kepada seseorang, dia mengatakan sesuatu yang mengingatkan saya akan sebuah ayat yang  saya hafal. Saya lalu menyebutkan ayat itu.

Pembicaraan selanjutnya dengan dia akhirnya menuntun dia untuk menjadi percaya dan menerima Tuhan Yesus. Hal ini sering terjadi sewaktu saya memberi pelayanan konseling. Akan tetapi, bila ayat-ayat itu tidak tertanam dalam pikiran dan hati kita, mulut kita tidak dapat mencetuskannya pada saat yang tak terduga seperti itu.

4. Mengingatkan nasihat dan Petunjuk dari Tuhan.

Seperti halnya Roh Kudus mengingatkan kita akan ayat-ayat tertentu yang cocok bagi orang yang sedang kita hadapi sementara kita memberi pelayanan "konseling", Roh Kudus juga mengingatkan kita akan ayat-ayat tertentu yang kita butuhkan bagi diri kita sendiri. Sering kali sewaktu berhadapan dengan situasi tertentu, saya bergumul "antara bicara atau tidak" tentang apa yang ada di benak saya. Pada saat-saat yang  menentukan seperti itu Tuhan mengingatkan saya akan firman Tuhan. Namun sudah menjadi bagian kita untuk terlebih dahulu mendisiplinkan diri menghafalkan firman Tuhan.

5. Menghafalkan Firman Tuhan Mendorong Kita Merenungkannya.

Salah satu keuntungan kita peroleh dari kegiatan menghafalkan Firman Tuhan adalah kita diarahkan untuk merenungkannya. Bila Anda sudah menghafalkan sebuah ayat, Anda dapat merenungkannya kapan pun dan di mana pun berada.

Bila Anda mencintai Firman Tuhan, Anda akan menghafalkannya. Apakah Anda sedang mengendarai mobil, atau sedang naik kereta, atau sedang menunggu dibandara, atau sedang mengantri, atau sedang makan, Anda dapat merenungkan Firman Tuhan jika Anda sudah menghafalkannya. Firman Tuhan adalah "pedang Roh", tetapi Roh Kudus tidak dapat menolong Anda menggunakannya bila Anda belum menyimpannya di dalam pikiran Anda.  Coba bayangkan: Anda sedang terdesak dan harus mengambil keputusan saat itu juga. Anda betul-betul membutuhkan petunjuk. Atau Anda sedang bergumul melawan godaan dan ingin mengalami kemenangan. Roh Kudus bergegas ke gudang senjata "memori" Anda. Ia mebuka pintu gudang itu, tetapi yang ia temukan hanyalah Yohanes 3:16, Kejadian 1:1 dan Matius 28:19, 20.

Ayat-ayat itu adalah pedang-pedang yang luar biasa, tetapi tidak cocok untuk dipergunakan dalam setiap pertempuran. Bagimana kita dapat mengisi gudang persenjataan rohani kita dengan berbagai pedang supaya Roh kudus dapat membantu kita menggunakan senjata yang tepat pada saat yang tepat pula?

Anda Dapat menghafalkan Ayat-ayat Alkitab !

                Banyak orang berfikir bahwa mereka mempunyai daya ingat yang lemah, tetapi itu tidak benar. Seperti yang telah kita bicarakan, apakah kita berhasil menghafalkan ayat-ayat atau tidak, itu tergantung pada motivasi kita. Jika Anda dapat mengingat hari ulang tahun Anda, nomor telepon atau alamat Anda, juga nama teman-teman Anda, tentunya Anda dapat juga mengingat ayat-ayat Alkitab. Masalahnya terpulang pada pertanyaan: Apakah Anda bersedia mendisiplinkan diri menghafalkannya atau tidak?

Bagaimana Memulainya? Pilihlah Ayat-ayat Untuk Dihafalkan

                Anda dapat memilih ayat-ayat tertentu sesuai  dengan kebutuhan Anda pada saat ini. Misalnya, jika iman Anda sedang lemah, hafalkanlah ayat-ayat mengenai iman. Jika Anda sedang bergumul untuk tidak melakukan suatu kebiasaan buruk, kesombongan, carilah ayat-ayat yang dapat menolong Anda mengalami kemenangan.

1. Tuliskanlah ayat-ayat tersebut.

Tuliskanlah kutipan ayat-ayat pada selembar kertas atau tuliskan setiap ayat hafalan pada sepotong kertas karton seukuran kartu kecil.

2. Hafalkanlah Ayat-ayat secara tepat.

Sewaktu baru belajar menghafalkan ayat-ayat Alkitab kadang-kadang kita cenderung menghafalkan secara garis besarnya saja. Hendaklah kita menghafalkan kata dengan kata, jangan hanya mirip-mirip ayat yang sebenarnya. Tanpa disiplin dalam hal ketepatan dan kecermatan sewaktu menghafalkan, maka tujuan Anda menjadi tidak jelas, dan Anda cenderung kehilangan minat untuk menghafalkan ayat-ayat lainnya secara cermat juga.

Selain itu, jika Anda tidak menghafalkan secara tepat Anda tidak mempunyai keyakinan kuat untuk menyebutkan ayat tersebut dalam percakapan atau pada waktu Anda bersaksi. Jadi meskipun menghafalkan secara tepat itu sulit pada mulanya, namun lama-kelamaan akan menjadi semakin mudah dan lancar. Hafalkan kata demi kata secara tepat akan lebih mudah diingat daripada ayat-ayat yang Anda hafalkan secara garis besarnya saja.

3. Ulangi dan Renungkan setiap hari

Berkali-kali mengulang ayat-ayat yang sudah dihafalkan adalah prinsip terpenting dari kegiatan menghafal. Bila ayat-ayat itu jarang kita ucapkan lagi di luar kepala, apa yang sudah kita hafalkan akan terhapus lagi. Akan tetapi, bila ayat yang Anda hafalkan itu sudah melekat erat di benak Anda, Anda akan dapat mengucapkannya kembali dengan mudah dan lancar. Bila Anda sudah mencapai taraf ini, Anda cukup mengulanginya seminggu sekali, sebulan sekali untuk mengasahnya saja.

Waktu yang dapat dimanfaatkan untuk mengulang ayat-ayat hafalan adalah waktu menjelang tidur. Sambil mengulang, sekaligus Anda dapat merenungkannya, apalagi kalau Anda sedang tidak dapat tidur. Tidakkah baik sekali bila Anda memanfaatkan saat-saat itu?

Kita harus ingat bahwa tujuan dari menghafalkan ayat-ayat Alkitab bukanlah untuk mengetahui berapa banyak ayat yang dapat kita hafalkan, tetapi supaya kita hidup menurut apa yang kita hafalkan itu. Dengan perkataan lain, supaya firman Allah yang kita hafalkan itu mengubah pikiran dan kehidupan kita.

Dr. Donald S. Whitney, Spritual Discipline for The Christian Life. Gembala Sidang di Glenfield Baptist Church, Illinoiis, Amerika Serikat.

Artikel Terkait



Kembali ke atas

0 Komentar :

Komentar Saudara...


Nama :
Email :
Website :
Komentar :
 
 (Masukkan 6 kode diatas)


 



Pokok Doa

- Terjadinya pertobatan dari bangsa kita dimulai dari Gereja-Nya.

- Agar Jemaat dikuatkan untuk mengambil kesempatan memberitakan nama Yesus dengan cara apapun yang Tuhan berikan di tengah keadaan yang sukar ini.

- Keselamatan dan perlindungan Tuhan atas orang-orang percaya

- Pemerintah Pusat dan Daerah, Dokter dan para medis yang sedang berjuang menangani pasien akibat Virus Corona

semua agenda

Agenda

Info

  • PERTEMUAN KOMSEL kembali aktif di minggu pertama Januari 2020 (tgl 5 - 11 Jan). Komsel-komsel bisa mengadakan kebersamaan dan evaluasi pribadi dalam pertemuan perdana ini

  • Telah lahir putri kedua dari keluarga Bp Johani dan Ibu Roma yang di beri nama Rhea Ivana pada hari Senin, 12 Maret 2018 di RS Resti Mulya.

  • Doa korporat 24 Jam jemaat diadakan dalam 1 bulan sekali di akhir bulan pada hari jumat. Diharapkan seluruh jemaat mengambil bagian waktu doa 1 jam dengan mengisi form jadwal doa yang diberikan.

  • Bagi Fastor Komsel,  form laporan pertemuan komsel dapat memintanya kepada Bpk. Jerimia Saputra dan setelah di isi mohon memberikan laporannya kembali.

  • Telah berpulang ke rumah Bapa di Surga Jemaat Tuhan Bpk M Rumapea dan Bpk MR Manik.

Polling

Apakah Saudara/i sudah belajar memulai membangun ibadah bersama di dalam keluarga?
Sudah
Belum

Lihat

Kontak Kami

GPdI Jemaat Ujung Menteng
Jalan Kelurahan Ujung Menteng no.18 RT015/RW001, Cakung,
Jakarta timur. Indonesia.

Telp/Fax : (021) 4611850

E-mail :
admin@gpdiujungmenteng.com

Statistik Pengunjung

000000


Pengunjung hari ini :
Total pengunjung : 357797
Hits hari ini :
Total Hits :
Pengunjung Online: