Artikel

JEJAK IMAN ORANG TUA

Kamis, 09 November 2017

Administrator

Renungan

Dibaca: 943 kali

Berkatalah gadis itu kepada nyonyanya: "Sekiranya tuanku menghadap nabi yang di Samaria itu, maka tentulah nabi itu akan menyembuhkan dia dari penyakitnya." 2 Raja-Raja 5:3

Siapa peduli pada gadis kecil Israel yang ditawan oleh bangsa Aram dan sekarang dia hidup sebagai budak dari keluarga Naaman? Penderitaan apakah yang ditanggung gadis kecil ini karena harus hidup terpisah dari orang tuanya, kakak adiknya, keluarga besarnya dan dari bangsanya; untuk tinggal dalam sebuah keluarga dari bangsa yang berbeda, budaya dan ritual penyembahan yang sangat jauh berbeda pula? Terlalu riskan bagi iman dan penyembahannya kepada Allah Israel, satu-satunya Allah yang mengatasi segala allah.

                Namun sebuah kalimat yang meluncur dari mulutnya telah mengungkapkan sesuatu yang berbeda dari dugaan umum. Pertama, keberaniannya atau kepeduliannya memberikan sebuah usulan supaya Naaman pergi kepada nabi di Samaria, mengungkapkan, bahwa dia tetaplah seorang Israel yang percaya kepada TUHAN. Kedua, kepercayaannya bahwa jika tuannya pergi kepada nabi itu, maka nabi itu, akan sanggup menyembuhkan sakit tuannya, telah menggerakkan Naaman benar-benar pergi menuruti “nasihatnya”. Oh, siapa menyangka “nasihat” ini diucapkan oleh seorang budak?

                Saya hanya bisa membuat catatan, karena didikan orang tua di dalam keluarganyalah membuat gadis ini justru menjadi kesaksian di lingkungan yang tidak mengenal Allah. Didikan kedua orang tuanya telah memberikan bekas yang dalam dan sangat jelas bagi perjalanan imannya. Tak boleh ada kompromi meskipun hidup di negeri orang. Jejak iman orang tuanyalah yang membuat gadis kecil ini justru peduli dan menaruh kasih kepada panglima perang dari bangsa yang menawannya. Dua jempol harus diacungkan untuk anugerah Tuhan melalui gadis kecil yang tak disebut namanya ini. Dia dapat mengerjakan hal-hal luar biasa melalui manusia biasa.

                Kita semua tahu bahwa Naaman akhirnya disembuhkan dari sakitnya, dan lebih dari itu hatinya terbuka untuk mengenal Allah Israel. Didikan orang tua yang beriman meninggalkan jejak iman yang sulit terhapuskan! (SiKY)

Artikel Terkait



Kembali ke atas

0 Komentar :

Komentar Saudara...


Nama :
Email :
Website :
Komentar :
 
 (Masukkan 6 kode diatas)


 



Pokok Doa

- Terjadinya pertobatan dari bangsa kita dimulai dari Gereja-Nya.

- Agar Jemaat dikuatkan untuk mengambil kesempatan memberitakan nama Yesus dengan cara apapun yang Tuhan berikan di tengah keadaan yang sukar ini.

- Keselamatan dan perlindungan Tuhan atas orang-orang percaya

- Pemerintah Pusat dan Daerah, Dokter dan para medis yang sedang berjuang menangani pasien akibat Virus Corona

semua agenda

Agenda

Info

  • PERTEMUAN KOMSEL kembali aktif di minggu pertama Januari 2020 (tgl 5 - 11 Jan). Komsel-komsel bisa mengadakan kebersamaan dan evaluasi pribadi dalam pertemuan perdana ini

  • Telah lahir putri kedua dari keluarga Bp Johani dan Ibu Roma yang di beri nama Rhea Ivana pada hari Senin, 12 Maret 2018 di RS Resti Mulya.

  • Doa korporat 24 Jam jemaat diadakan dalam 1 bulan sekali di akhir bulan pada hari jumat. Diharapkan seluruh jemaat mengambil bagian waktu doa 1 jam dengan mengisi form jadwal doa yang diberikan.

  • Bagi Fastor Komsel,  form laporan pertemuan komsel dapat memintanya kepada Bpk. Jerimia Saputra dan setelah di isi mohon memberikan laporannya kembali.

  • Telah berpulang ke rumah Bapa di Surga Jemaat Tuhan Bpk M Rumapea dan Bpk MR Manik.

Polling

Apakah Saudara/i sudah belajar memulai membangun ibadah bersama di dalam keluarga?
Sudah
Belum

Lihat

Kontak Kami

GPdI Jemaat Ujung Menteng
Jalan Kelurahan Ujung Menteng no.18 RT015/RW001, Cakung,
Jakarta timur. Indonesia.

Telp/Fax : (021) 4611850

E-mail :
admin@gpdiujungmenteng.com

Statistik Pengunjung

000000


Pengunjung hari ini :
Total pengunjung : 357744
Hits hari ini :
Total Hits :
Pengunjung Online: